Seputar Jenis Pajak Untuk Pebisnis Online

Seputar Jenis Pajak Untuk Pebisnis Online

Berencana untuk membuka usaha secara online? Maka Anda harus bersiap-siap untuk membayar pajak usaha online. Mungkin sebagian besar pengusaha atau perorangan yang berkecimpung di bisnis online, tidak mengetahui kalau kini menghasilkan pendapatan melalui bisnis online pun dikenakan pajak. Ada beberapa jenis pajak tidak hanya satu saja yang wajib dibayar dan dilaporkan oleh pebisnis online. Berikut ini jenis pajak untuk bisnis online:

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Salah satu jenis pajak yang perlu dibayar para pebisnis online adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Sejak Januari 2014, pemerintah menetapkan aturan tentang batasan PKP (Pengusaha Kena Pajak) yakni pengusaha yang memiliki omzet hingga Rp. 4.8 miliar/tahun. Pengusaha yang usahanya memiliki pendapatan sebesar itu, wajib untuk dikenakan PPN.

Pajak Penghasilan

Tidak hanya pekerjaan offline saja yang dikenakan PPh, pengusaha yang mendapatkan penghasilan melalui bisnis online pun mendapatkan PPh. Masing-masing pengusaha yang melakukan kegiatan e-commerce pasti sudah tahu jika kegiatan yang mereka lakukan akan membawa mereka pada kewajiban membayar pajak ke negara, baik itu melalui PPN atau PPh.

Mengenal, Mengetahui dan Mengerti Itu Penting

Setiap orang yang ingin membuka usaha di bisnis online, harus mengenal, mengetahui dan mengerti terlebih dahulu mengenai sistem bisnis online, karena yang dilakukan bukan hanya kegiatan menjual barang saja, bahkan ada pajak yang diberlakukan pada kegiatan tersebut, jadi jika tidak ingin mendapatkan sanksi denda karena terlambat membayar atau melaporkan PPN dan PPh bisnis online, sebaiknya Anda mencari tahu seputar pajak bisnis online secara terperinci.

Pembayaran PPh biasa dilakukan setiap bulan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, disaat membayarkan pajak, WP harus menyerahkan formulir yang sudah diisi dengan data yang benar. Setelah itu simpan dengan baik bukti pembayaran yang diberikan, namun jika Anda memakai metode pembayaran pajak lainnya, seperti melalui ATM atau e-Banking, jangan lupa untuk mencetak struk transaksinya.

Wajib pajak termasuk pebisnis online yang terkena peraturan PPh 1%, cara pengisian SPT Tahunannya sangat mudah, cukup menginput NPWP dan data lainnya dengan mencentangnya.

Sumber : jasa konsultan pajak jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *